3 Tips Sukses Cara Berbisnis dari Steve Jobs


Tetap cari untuk membuat pahlawan yang selanjutnya bisa mereka leburkan dan menebusnya, wartawan yang popular mencirikan Steve Jobs jadi bintang rock tehnologi muda (awal 1980an), serta pada akhirnya adalah bintang rock tehnologi penuaan (2000, sampai kematiannya). 

Sepanjang karirnya yang populer, Steve share banyak nasehat bijak. Berikut panduan usaha yang benar-benar berkaitan buat entrepreneur. 

1. Biasa-Biasa Saja Tidak di Menu 

"Apa yang berlangsung di umumnya perusahaan ialah Anda tidak membuat beberapa orang hebat ada dibawah lingkungan kerja dimana prestasi individu tidak disarankan dibanding didorong Beberapa orang hebat pergi serta Anda selesai dengan biasa saja, saya ketahui, sebab demikianlah langkah Apple (AAPL) + 0,27% dibuat. Apple ialah perusahaan Ellis Island, Apple dibuat di atas pengungsi dari perusahaan lain, ini ialah kontributor individu yang benar-benar jelas yang disebut pembuat onar di perusahaan lain." 

Sekejap sesudah kematian Steve Jobs, saya mempunyai pembicaraan yang memberikan keyakinan dengan seseorang jurnalis photo yang benar-benar sukses di warung kopi. Ia dengar saya bicara mengenai Steve berkenaan dengan kelas kewiraswastaan UC Santa Barbara saya. Photografer (yang akan saya panggil Mac untuk menjaga anonimitas yang disuruh) tunjukkan jika ia kenal Steve. Ia mulai bercerita beberapa anekdot menghibur, yang diawali pada awal tahun 1980an. Satu diantara narasi Mac benar-benar menarik. Pada musim panas 1985, ia ada di kantor Jobs waktu seseorang photografer majalah Fortune hadir untuk memphoto Steve untuk sampul depan. Steve memberitahu pria dari Fortune untuk menyempatkan waktunya untuk cari tempat yang pas untuk photo itu. Ia memphoto photografer itu untuk (parafrase Mac), "jangan takut perjuangkan citra yang berada di luar kotak." Sesudah beberapa saat, photografer itu kembali pada kantor Steve serta menginformasikan jika ia sudah mengidentifikasi tempat yang sesuai dengan untuk pengambilan foto. 

Photografer itu tempatkan Steve di muka simbol Apple di lobi perusahaan. Demikian Steve mengerti apa yang ada pada pemikiran photografer, ia dengan tenang mengatakan, "Anda tentu bercanda dengan saya. CEO Apple berdiri di muka simbol Apple? Saya tidak bisa menjadi sisi dari usaha yang biasa saja," dengan menceritakan daya ingat Mac. Ia selanjutnya berjalan pergi, tinggalkan photografer yang tidak semangat itu berdiri sendirian di lobi. Demikian Steve pergi, photografer itu terlihat terguncang. Jadi jurnalis photo sama-sama, Mac mempunyai empati untuk pria dari Fortune. Sesudah bicara dengan Jobs, Steve sepakat untuk memberikan photografer itu peluang lain. Photo yang dibuat, walau tidaklah terlalu imajinatif, sekurang-kurangnya adalah keberangkatan dari formula, CEO yang berdiri di latar depan simbol perusahaan mereka. 

2. Kualitas Lebih 

"Kami fikir Mac akan jual zillions, tetapi kami tidak membuat Mac untuk orang. Kami membangunnya untuk diri sendiri. Kami ialah barisan orang yang akan memandang apa itu hebat ataukah tidak. Kami tidak pergi keluar serta lakukan analisa pasar. Kami cuma ingin membuat hal paling baik yang dapat kami bangun. 

Saat Anda seseorang tukang kayu membuat laci indah, Anda tidak memakai sepotong kayu lapis dibagian belakang, walau menghadap ke dinding serta tidak ada yang akan memandangnya. Anda akan tahu itu berada di sana, jadi Anda akan memakai sepotong kayu yang indah dibagian belakang. Supaya Anda dapat tidur pulas pada malam hari, estetika, mutunya, harus dibawa jauh-jauh." 

Cerita Mac yang lain menyorot tingkat dimana Steve memperlakukan design produknya jadi karya seni. Jobs memberikan Mac satu Macintosh 128k jadi hadiah. Sesudah memakainya sepanjang beberapa waktu, Mac melanjutkan computer ke rekan yang tidak dapat beli yang baru. 

Sekian tahun selanjutnya, Jobs bertanya Mac apa dia masih mempunyai Macintosh 128k. Mac dengan bangga menjelaskan padanya jika ia sudah memberinya pada seseorang rekan yang menduga Steve akan menyepakati aksi amalnya. "Itu begitu jelek," kata Steve padanya, "sebab saya masuk ke, dengan anggota team peningkatan yang lain. Unit yang saya beri salah satu Macintosh pertama yang sudah pernah dibuat." 

3. Sukses = Berjalan 

"Saya meyakini jika seputar separuh dari apa yang memperbedakan entrepreneur sukses dari yang tidak sukses ialah ketekunan murni." 

Seperti yang dicatat oleh Guy Kawasaki saat interviu, usaha keras ialah senjata rahasianya. Saya dengan teratur bawa entrepreneur sukses ke kelas saya serta atribut umum dari individu-individu ini ialah stamina serta tekad mereka untuk lakukan apapun yang dibutuhkan untuk sukses.

Posting Komentar

0 Komentar